8:00 pm

Seperti apa pengorbanan ulama terdahulu dalam menuntu ilmu?

Maret 25, 2022
8:00 pm

 

Ketika kita membaca kisah perjalanan menuntut ilmu para ulama terdahulu, maka kita akan merasakan takjub yang luar biasa. Bahkan susah kita bayangkan di benak kita semua, karena pengorbanan, kegigihan dan keikhlasan yang mereka lakukan dalam menuntut ilmu. Abu Hurairah radiyallahu anhu, beliau adalah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dibanding dengan para sahabat yang lain. Hadits yang beliau riwayatkan sebanyak 5374 hadits, padahal beliau hanya bersama Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selama 3 tahun. Dan ketahuilah bahwasanya beliau masuk islam pada umurnya yang ke-18, dan pada umur ke-30 beliau memutuskan untuk belajar langsung kepada Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.  Akan tetapi sebab kemiskinan beliau, kurangnya dana beliau, akhirnya beliau Abu Hurairah radiyallahu anhu tinggal di sufah, di Masjid Nabawi. Beliau rela menahan lapar dan haus. Hingga suatu ketika agar dapat menahan lapar beliau, beliau mengikatkan batu ke perut beliau.

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah mengorbankan apapun yang dimilikinya untuk membiayai belajarnya. Sebagaimana yang dituturkan oleh salah satu muridnya, Ibnul Qosim, bahwasanya Imam Malik pernah menjual atap rumahnya untuk bekal menuntut ilmunya.

Menyimak beberapa kisah tadi, muncul beberapa pertanyaan di benak kita. Apakah mereka tidak menderita saat menjalani kejadian-kejadian tersebut? Maka jawabannya, secara fisik mungkin terasa sakit, namun penderitaan fisik tadi terkalahkan dengan perasaan nikmatnya menuntut ilmu di dalam hati. Kemudian pertanyaan selanjutnya di benak kita, lalu kenapa mereka masih mau menuntut ilmu sampai mengalami penderitaan seperti tadi? Karena mereka yakin dalam hati mereka, dengan jalan susah payah tadi, mereka akan dimudahkan untuk mendapatkan surga Allah Subhanahu wa Ta’ala

(Pemateri: Ust. Sukron Fauzi)

pendaftaran santri baru
Pesantro RQS Albashiroh Online