23
tgl
Publikasi : September 2015 H
Oleh : administrator

Waktu Dan Ukuran Zakat Fitrah

Waktu Dan Ukuran Zakat Fitrah

Waktu Dan Ukuran Zakat Fitrah

  1. Waktu Yang paling Afdhol Untuk Dikeluarkan Zakat Fitrah

Waktu yang paling afdhol untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah ketika keluar untuk melaksanakn shalat ‘id. akan tetapi boleh dikeluarkan 2 hari sebelum idul fitri. Untuk memudahkan pembagian zakat oleh panitia kepada yang berhak menerima zakat.

Istifadah

Zakat fitrah, menurut jumhur (mayoritas) ulama selain Hanafiyah, wajibnya adalah karena menyaksikan terbenamnya matahari hari terakhir Ramadhan. Sedangkan menurut Hanafiyah zakat fitrah ini wajib dikeluarkan karena menyaksikan terbitnya fajar tanggal 1 Syawal. Perbedaan kedua pendapat tersebut berasal dari perbedaan perspektif “apakah zakat fitrah itu berkaitan dengan hari Idul fitri ataukah dengan habisnya bulan Ramadhan.”

 

  1. Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Adapun yang berhak menerima zakat, baik itu zakat fitrah atau zakat mal (harta) adalah ada delapan golongan, sebagaimana yang dijelaskan Allah didalam firmanNya Q.S At-taubah ayat 60:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya:  “Sesungguhnya zakat itu bagi orang-orang fakir miskin dan mengurusinya serta orang yang sedang ditundukkan hatinya, budak-budak orang yang punya hutang dan yang yang berjuang dijalan Allah serta ibnu sabil kewajiban dari Allah dan Allah Maha Tahu dan Bijaksana.” (QS. at-Taubah : 60)

  1. Fakir  yaitu orang yang tidak mempunyai sesuatu yang mencukupi mereka, dari kebutuhan pokoknya bersama istri dan anaknya berupa makan, minum, pakaian, tempat tidur dan perkara primer lainnyar
  2. Miskin: yaitu orang yang mempunyai sesuatu yang mencukupi mereka, dari kebutuhan pokoknya bersama istri dan anaknya berupa makan, minum, pakaian, tempat tidur dan perkara primer (yang tidak memiliki harta semisal orang kaya)
  3. Amil zakat (pengurus zakat): Mereka adalah yang diangkat oleh imam atau naibnya, untuk mengumpullkan zakat dari orang-orang kaya, mereka pengambil zakat dan termasuk ini juga para penjaganya.
  4. Mu’allaf (Orang-orang yang sedang dilunakkan hatinya): Mereka adalah orang-orang yang diinginkan tunduk hatinya menerima Islam atau memantapkan hatinya di atas Islam karena lemahnya iman dia atau mencegah kerusakannya terhadap muslimin dan mengharapkan bantuan darinya membela muslimin.
  5. Memerdekakan budak : mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan dijalan Allah (bukan ma’siat ).
  7. orang yang sedang di jalan Allah (sabilillah)
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma’siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau juga orang yg menuntut ilmu di tempat yang jauh yang kehabisan bekal.
  1. Berapa Besar Zakat Fitrah Yang akan Dikeluarkan

Harta yang dikeluarkan adalah makanan pokok di negeri masing-masing, kalau di negeri kita sebanyak (+/-) 2,5 Kg beras. Ini pandangan jumhur (mayoritas) imam madzhab seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal. Mereka menolak pembayaran zakat fitri dengan nilai harganya (uang), karena hal itu dianggap bertentangan dengan sunah nabi. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam   :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوْ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Artinya : Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam   mewajibkan zakat fitri pada bulan Ramadhan untuk setiap jiwa kaum muslimin, baik yang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, anak-anak atau dewasa, sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ biji-bijian. (HR. Muslim No. 984)

Hadits ini menunjukkan bahwa yang mesti dikeluarkan dalam zakat fitri adalah makanan pokok di sebuah negeri, sebagaimana contoh dalam hadits ini. Maka, menggunakan nilai atau harga dari makanan pokok merupakan pelanggaran terhadap sunah ini.

Sedangkan Imam Abu Hanifah, menyatakan bolehnya zakat fitri dengan uang. hali ini disebutkan oleh Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah didalam kitabnya fiqhussunnah: “Abu Hanifah membolehkan mengeluarkan harganya”. (Fiqhus Sunnah, 1/413

Yang rojih adalah pendapat jumhur yaitu harus menggunakan makanan pokok. tidak boleh menggunakan uang, ta’abbudiyan terhadap perintah Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.