03
tgl
Publikasi : September 2013 H
Oleh : administrator

Tujuan Diciptakannya Manusia

Tujuan Diciptakannya Manusia

Tujuan Diciptakannya Manusia

Banyak sekali manusia bertanya-tanya masalah ini, tetapi memang sesungguhnyalah mereka berhak bertanya. Agar mereka segera menemukan apa sebenarnya tujuan Allah menciptakan mereka dan apa tujuan Allah lalu mengujianya ?.

Umat-umat kafir terdahulu yang cenderung kafir dan durhaka seringkali bertanya-tanya, tetapi mereka pun sebenarnya tidak serius mencari jawabannya. Mereka menanyakan hal-hal semacam itu kepada Nabi yang diutus oleh Allah kepada mereka, tetapi lalu mereka kebanyakan mengingkarinya.

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

  قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ

Artinya: Sesungguhnya telah ada segolongsn manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya. (QS Al Maa’idah : 102)

 

ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA, LALU MENUNJUKKAN JALAN KEPADA MEREKA, SEBAGIAN LALU BERIMAN SEMENTARA SEBAGIAN BESAR LAINNNYA MEMILIH KAFIR

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

 إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا* إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S Al Insaan : 2-3)

ALLAH MENCIPTAKAN SELURUH ALAM SEMESTA INI JUGA DIPERGUNAKAN UNTUK MENGUJI MANUSIA, SIAPA YANG TERBAIK AMAL PERBUATANNYA

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Q.S Al Kahfi : 7)

 

ALLAH JUGA TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA BERSUKU-SUKU DAN BERBANGSA-BANGSA, YANG PALING MULIA DIANTARA MEREKA ADALAH YANG PALING BERTAKWA KEPADA NYA

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al-hujurat : 13)

 

BAHKAN ALLAH SUDAH MEMBERIKAN ILHAM KEPADA SETIAP JIWA, UNTUK MEMILIH JALAN, JALAN KEIMANAN YANG MENSUCIKAN JIWA, ATAUKAH JALAN MENUJU KESESATAN, MANUSIA BEBAS MEMILIH…..SE BEBAS BEBAS NYA

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:                                                                                                      

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10

Artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q.S Asy Syams : 8-10 )

SEMUA APA YANG TERJADI DAN AKAN TERJADI SESUNGGUHNYALAH SUDAH DIRENCANAKAN OLEH ALLAH, TETAPI ADA SATU BAGIAN DI DALAM DIRI MANUSIA TERSEBUT YANG AKAN DIUJI OLEH ALLAH, YAITU TINGKAT KETAKWAAN DAN KEPASRAHANNYA KEPADA ALLAH

Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ * لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S Al Hadiid : 22-23)

 

YANG JELAS ALLAH SUDAH MERENCANAKAN SEMUANYA, LALU ALLAH AKAN MEMBERIKAN BALASAN YANG BAIK BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DAN MEMBERI HUKUMAN BAGI MANUSIA YANG CENDERUNG KAFIR DAN DURHAKA

Dan Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ *وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (Q.S Ali ‘Imran : 106-107)

Oleh : Abo abdurrohman Almasarany