27
tgl
Publikasi : Mei 2015 H
Oleh : administrator

Pentingnya Adab Dan Akhlaq Dalam Islam

Pentingnya Adab Dan Akhlaq Dalam Islam

Pentingnya Adab Dan Akhlaq Dalam Islam

Adab dan akhlak sangat penting dalam kehidupan, baik itu kehidupan sendiri, keluarga ataupun sosial. Dan yang lebih penting lagi adalah adab keapada Allah dan Rasul-Nya.

Dengan adab seorang muslim yang sejati akan menjadi mulia dihadapan Allah dan RasulNya juga dihadapan manusia. Bahkan Allah subuhanahu wa ta’ala menjadikan akhlaq yang baik sebagai barometer sempurnanya iman seorang hamba, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi Wasallam Bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ».

Artinya: “Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya (H.R Tirmidzi (1162), Abu Dawud (4682))

Begitu pentingnya ahlaq dan adab , maka Allah subuhanahu wa ta’ala mengutus Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menyempurnakan Akhlaq, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shohih yang diriwayatkan dalam hadits yang diriwayatkan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.” (HR. Ahmad 2/381 (8939), Bukhari dalam Adabul mufrad nomor 273, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 2349).

Berkaitan dengan pembasan Akhlaq (adab), maka dalam tulisan ini, kami akan membahas beberapa pembahasan penting yang berkaitan dengannya:

Pertama: Pengertian Adab (Akhlaq) :

            Kata adab adalah kosa-kata bahasa arab yang berasal dari kata Adaba – Ya’dubu) yang berarti mengundang atau mengajak. Sedangkan menurut istilah Adab adalah melatih diri dengan budi pekerti dan akhlak yang mulia.

            Perkataan akhlak berasal daripada perkataan (al-akhlaaqu) yaitu kata jama daripada perkataan (al-khuluqu) bererti tabiat,kelakuan, perangai, tingkahlaku, matuah, adat kebiasaan, malah ia juga bereti agama itu sendiri. Sedangkan menurut istilah seperti yang dikatakan Imam Ghazali rahimahullahu ta’ala bahwa “ akhlak ialah suatu keadaan yang tertanam di dalam jiwa yang menampilkan perbuatan-perbuatan dengan senang tanpa memerlukan pemikiran dan penelitian. Apabila perbuatan yang terkeluar itu baik dan terpuji menurut syara dan aqal, perbuatan itu dinamakan akhlak yang mulia. Sebaliknya apabila terkeluar perbuatan yang buruk, ia dinamakan akhlak yang buruk.

Kedua: Dalil Wajibnya Memiliki Adab Dan Akhlaq Yang Baik

Kita diwajibkan untuk memiliki akhlak dan adab yang baik, sebagaimana yang dijelaskan Allah Subuhanahu Wa Ta’ala dalam firmanNya

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا

Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al-Furqon [25] : 63)

Dan juga firman Allah Azza Wajalla:

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ* وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS. Luqman [31] : 18, 19)

Dan Allah subuhanahu wata’la berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl [16] : 90)

Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم : اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

Artinya: Dari Abu Dzar , ia berkata, Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda kepadaku: “Taqwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan yang menghapusnya, dan berakhlaqlah kepada manusia dengan akhlaq yang baik.” (HR At-Tirmidzi nomor 1987, ia berkata hasan).

Semua dalil diatas, menunjukkan wajibnya berakhlaq dan beradab yang baik. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu memanifestasikan hal tersebut agar kita mendapatkan kedudukan yang mulia dihadapan Allah dan RasulNya serta manusia. Rasulullah Shollallahu alaihi Wasallam Bersabda:

عَنْ أَبِى إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُمْ خَلْقًا.

Artinya: “Sesungguhnya orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang terbaik akhlaknya” (dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya:Adab/39, 7/82. Muslim dalam Shahihnya: Al-Fadhail/16, hadits (68), 4/1810)

Ketiga: Keutamaan berakhlaq mulia

Adapun keutamaan adab yang baik (Akhlaq yang mulia) adalah sebagai berikut:

  1. Akhlaq yang mulia adalah merupakan bentuk kebaikan yang memiliki nilai disisi Allah Subuhanahu wa ta’ala, Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ الأَنْصَارِىِّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الْبِرِّ وَالإِثْمِ فَقَالَ «الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ».

Artinya: Dari Nawwas bin Sim’an al-Anshari, katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam tentang kebaikan dan tentang dosa. Dia menjawab, “Kebaikan adalah akhlak yang mulia, dan dosa adalah sesuatu yang bergejolak dalam dadamu dan engkau merasa tidak senang apabila orang lain mengetahuinya” (H.R Muslim nomor 2553)

  1. Akhlaq yang mulia termasuk amal yang menjadi sebab seorang hamba akan dimasukkan kedalam surga, Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ «تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam— ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, maka beliau bersabda: “Taqwa kepada Allah dan bagusnya akhlaq.” Dan beliau ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka, maka beliau bersabda: “mulut dan farji (kemaluan)” (HR At-Tirmidzi nomor 2004, ia berkata hadits Shahih Gharib).

Oleh karena itu, jika kita semua ingin dimasukkan surga oleh Allah subuhanahu wa ta’ala maka berakhlaklah yang baik.

  1. Akhlaq yang mulia termasuk amal yang paling utama :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Artinya: seorang laki-laki anshor datang kepada rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya: wahai rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam! Manakah orang mukmin yang paling utama? Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab: yang paling baik akhlaqnya”. (H.R Ibnu Majah nomor 4259)

  1. Orang yang memiliki akhlaq yang bagus adalah sebaik-baiknya manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً

Artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling bagus akhlaqnya”. (H.M Muslim Nomor 2321).

  1. Orang yang memiliki akhlaq yang mulia menjadi orang yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dalam sabdanya:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ اِلَيَّ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاَقاً

Artinya: Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian adalah yang paling bagus akhlaqnya”. (HR. Al-Bukhari nomor 3549).

  1. Akhlaq yang mulia merupakan tanda kesempurnaan iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَاناً ، أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً ، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِم

Artinya: Yang paling sempurna keimanan seseorang mu’min adalah yang paling bagus akhlaqnya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya”. (HR. At-Tirmidzi dan beliau berkata hasan shahih).

  1. Akhlaq yang mulia akan mengantarkan ke derajat orang yang senantiasa mengerjakan puasa dan shalat malam.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Artinya: Dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dengan akhlaq mulia seorang mukmin akan sampai ke derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam.”’ (HR. Abu Daud nomor 4798 dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib 2643)

 

Ke empat: Macam-Macm Adab Yang Wajib Kita Miliki

Ruang lingkup akhlak yang terpuji adalah mencakup hubungan terhadap sesama manusia, juga hubungan hamba terhadap Allah. Maka adab dan akhlak mulia yang wajib kita pelajari dan miliki adalah sebagai berikut:

  1. Adab kepada Allah Azza Wa Jalla,
  2. Adab kepada Rasulullah Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam ,
  3. Adab kepada diri sendiri, misalnya: adab ketika makan dan minum, adab ketika berkendaraan, adab ketika berbicara, adab ketika tidur, adab ketika mandi, adab ketika menuntut ilmu, adab ketika berpakaian, adab ketika buang air.
  4. Adab kepada Manusia secara umum, diantaranya: Adab kepada orang tua, Adab kepada guru, Adab kepada karib kerabat, Adab dengan istri/suami, Adab dengan anak, Adab kepada tetangga dan Adab kepada masyarakat secara umum.
  5. Adab kepada binatang dan tumbuhan.

Ke lima: Mencontohi Akhlaq Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Sungguh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki akhlak yang sangat agung, sebagaimana dipuji oleh allah subuhanahu wata’ala dalam firmanNya:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam [68] : 4)

Dan Akhlaqnya beliau Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah al-qur’an sebagaimana perkataan Aisyah radhiyallahu ‘anha:

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ : سُئِلَتْ عَائِشَةُ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَتْ : كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ.

Artinya: Dari Al-Hasan ia berkata: Aisyah ditanya tentang akhlaq Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia menjawab: Akhlaqnya adalah al-Qur’an. (HR Ahmad nomor 24645, Shahih menurut Syu’aib Al-Arnauth).

Maka dengan itu, kami mengajak kepada kita semuanya, untuk selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala hal, terutama dalam berakhlak dan beradab. Karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah contoh tauladan kita dalam kehidupan ini, Allah Subuhanahu Wa Ta’ala Berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab [33] : 21)

Dan diakhir pembahasan ini, kami mengajak kepada para pembaca yang budiman, hendaknya kita selalu berdoa agar Allah mendidik kita dengan pendidikan yang baik, dan berdio’alah dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dibawah ini:

قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو يَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوءِ الأَخْلاَقِ ».

Artinya: Ya Allah, aku berlindung dari sifat durhaka dan nifaq serta keburukan akhlaq” (H.R Abu Daud Nomor 1546)

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semuanya, ingatlah bahwa akhlaq yang paling tinggi adalah mentauhidkan Allah Azza wajalla, sedangkan akhlaq yang paling buruk adalah menyekutukanNya. Maka dengan itu, hendaknya kita selalu meninggikan tauhid dan menjauhi kesyirikan. Semoga Allah mengaruniai kita keikhlasan dan keistiqomahan dalam beramal..Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Abu Huraira Wa Sumaira