03
tgl
Publikasi : Februari 2017 H
Oleh : Administrator

Majlis Sama’ Kitab Tawhid Ibnu Khuzaimah An-Naisâbûriy -rohimahullahu- ( W 311 H )

▫بسم الله الرحمن الرحيم▫                   

                                                                 مجلس سماع كتاب التوحيد للإمام ابن خزيمة
                                            Majlis Samâ Kitabut-Tawhid Imam Ibnu Khuzaimah

الحمدالله وكفى والصلاة والسلام على رسول الله المصطفى ، أما بعد :

▪Dengan memohon taufiq dan Inayah dari Allah ‘azza wa jalla kami dari panitia majlis sama’ lil kutub as-sunnah memberitahukan bahwa majlis sama’  Kitabut-Tawhid karangan Imam Ibnu Khuzaimah

Bersama : Ustadz Abu Ayman As Sauri Lc.Mahafidzhohulloh- (yang beliau mendapatkan sanad Kitabut-Tawhid dari Syaikh Muhaddits ‘Allâmah Musa’ ad Basyîr ‘Ali As-Sudaniy bersambung hingga Imam Ibnu Khuzaimah)

  Syarat peserta :
– Ikhlash li wajhillahi
– mengisi formulir pendaftaran
(dan dikirimkan ke e-mail :
abdullahumar1011@gmail.com atau ke whatsapp +62-819-3271-8851)
– Bisa dan memahami bahasa arab.
– Menjaga Adab dan akhlaq selama mengikuti majlis.
– Mentaati peraturan selama tinggal di RQ Al-Bashirah

  • Tempat dan Waktu :

⌚ Tiap hari Ahad Pkl 14.00 – selesai (*), yang alhamdulillah telah dimulai sejak :

Tanggal 1 Jumadal-Ula 1438 H yang bertepatan dengan tanggal 29 Januari 2017 M

Bertempat di Rumah Qur’an Sunnah Al-Bashiroh di jalan Kemenyan Rt 008/005 Kel. Ciganjur Kel. Jagakarsa Jakarta Selatan 12630

Google Maps : klik Rumah Qur’an Al-Bashiroh

https://goo.gl/maps/7PxCH4tMFPx
Route ke lokasi (Rumah Qur’an Al-Bashirah) :
– Dari terminal kampung rambutan naik bis kota arah lebak bulus turun di cilandak (trakindo) kemudian naik angkot M 20 k arah ciganjur turun di jalan kemenyan kemudian jalan kaki ke dalam -+ 150m.
– Dari terminal lebak bulus naik bis kota arah ps. senen turun di cilandak (trakindo)  kemudian ikuti route di atas.
– Naik gojek/grap ke lokasi Rumah Qur’an Wa Sunnah Al-Bashiroh jl. kemenyan Rt 008 Rw 005 Kel. Ciganjur Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menaungi kita dengan rahmat-Nya dan memberikan kita istiqomah sampai akhir datang kepada kita Al-Yaqin.

                                             Barakallahu fikum wa dumtum fi riayatillahi.

(*) Waktu berakhirnya majlis kondisional, majlis pertama kemarin dimulai sejak Pkl 14.00 – Pkl 17.30 WIB

Sekilas Biografi Imam Ibnu Khuzaimahrohimahullahu-:

Beliau adalah Imam Kabîr Imâmul Aimmah Syaikhul Islâm Abu Bakar Muhammad bin Ishâq bin Khuzaimah As-Sulamiy An-Naisâbûriy.

Lahir pada tahun 223 H, wafat pada tahun 311 H.

Masyâyikh Beliau
Beliau mendengar dari Ishâq bin Rahawaih dan Muhammad bin Humaid namun tidak meriwayatkan dari mereka berdua karena masih kecil ketika itu (Samâ) dan kurang itqan nya. Di antara masyâyikh beliau yang lain : Mahmûd bin Ghailân, Ahmad bin Manî’, Abu Kuraib Abdul Jabbar bin Al-‘Ala dan thabaqah mereka.

Murid-murid Beliau
Imam Al-Bukhary dan Muslim meriwayatkan dari beliau di luar Shahihain, dan di antara murid2 beliau adalah Abu ‘Ali An-Naisâbûriy, Abu Bakar Ahmad bin Mahrân, Ishâq bin Sa’îd An-Nasawiy dll.

Fadhilah dan Pujian Para Ulama Kepada Beliau
Imam Ibnu Khuzaimah pernah ditanya : “Bagaimana engkau menggapai ilmu?” Beliau jawab :
ماء زمزم لما شرب له، وإني لما شربت ماء زمزم سألت الله علما نافعا
Air Zamzam tergantung untuk apa ia diniatkan (ketika meminumnya) dan sungguh aku minum Zamzam dan aku minta kepada Allah agar diberi ilmu yang bermanfaat.(Imam Adz-Dzahabiy, Ibnu Hajar Al-Asqalaniy dan As-Suyuthy pun menggunakan cara ini ketika menuntut ilmu).

Imam Ibnul Khuzaimah berkata : “Aku pernah hadir di majlis Imam Al-Muzaniy (murid Imam Asy-Syafi’i), ia pernah ditanya :”Allah hanya sebut dalam kitab-Nya bahwa pembunuhan ada 2 macam : عمد (sengaja) dan خطأ (tidak sengaja), mengapa kalian katakan bahwa pembunuhan ada 3 jenis (dengan tambah syibhul-‘amd)? Apakah kau berhujjah dengan Ali bin Zaid bin Jud’an? Maka Imam Al-Muzaniy pun diam, lalu Ibnu Khuzaimah pun berkata : “Hadits ini diriwayatkan juga oleh Ayyub dan Khalid Al-Hadzdzâ” , lalu ia bertanya lagi : “Siapa ‘Uqbah bin Aus?” Lalu Ibnu Khuzaimah jawab: Syaikh dari Bashrah, Ibnu Sîrîn seorang yang mulia meriwayatkan darinya, lalu dikatakan kepada Al-Muzaniy : Engkau yang bermunâzharah atau ini (Ibnu Khuzaimah)? Al-Muzaniy jawab : Jika tentang hadits maka ia yang bermunâzharah, karena ia lebih ‘âlim tentang hadits daripada saya, kemudian saya berbicara”.

Abu Bakar An-Naqqâsy Al-Muqri berkata : Ketika terjadi silang pendapat antara Al-Muzaniy dan Ibnu ‘Abdil-Hakam, maka dikatakan kepada Al-Muzaniy bahwa dia (Ibnu Abdil Hakam membantah Asy-Syafi’i, lalu Al-Muzaniy berkata :
“Itu tidak mungkin dilakukan kecuali oleh Muhammad bin Ishâq An-Naisâbûriy (Ibnu Khuzaimah), Abu Bakar (An-Naqqâsy) berkata : Memang demikian (hanya Imam Ibnu Khuzaimah yang mampu membantah pendapat Imam Asy-Syafi’i)

Aqidah Imam Khuzaimah
Beliau berkata:
القرآن كلام الله، ومن قال : إنه مخلوق فهو كافر يستتاب، فإن تاب وإلا قتل ولا يدفن في مقابر المسلمين
“Al Qur an kalam/firman Allah, barangsiapa yang mengatakan bahwa Al Qur an adalah makhluk maka ia kafir dan diminta untuk bertaubat, jika bertaubat maka dibiarkan, jika tidak maka dihukum mati dan tidak dikubur di kuburan kaum muslimin”.

Beliau juga berkata :
من لم يُقرّ بأن الله على عرشه قد استوى فوق سبع سماواته فهو كافر حلال الدم، ‘كان ماله فيئا
“Barangsiapa yang tidak menetapkan bahwa Allah istiwa di atas’ Arsy di atas 7 langit-Nya maka ia telah kafir, halal darahnya, dan hartanya terhitung sebagai harta fai”

Abu ‘Amr Al-Hîriy pernah menengahi antara Imam Ibnu Khuzaimah dengan murid2 nya, Ibnu Abi Utsman dan Abu’ Ali Ats-Tsaqafiy, kemudian Abu Ali berkata : “Apa yang engkau ingkari dari mazhab kami wahai Ustadz? Sehingga kami bisa ruju’, lbnu Khuzaimah berkata :” Kecondongan kalian kepada mazhab Kullabiyah, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal sungguh orang yang keras pengingkarannya terhadap Abdullah bin Sa’id dan para ashab nya seperti Al-Hârits dan lainnya”, hingga panjang pembicaraan antara mereka, lalu Abu Ali berkata : “Aku telah kumpulkan pokok mazhab (aqidah) kami pada sebuah tulisan” , kemuliaan dikeluarkan dan dilihat dan diperhatikan oleh Ibnu Khuzaimah, lalu ia berkata : “Aku tidak melihat sesuatu yang berbeda dengan mazhab ku” kemudian beliau diminta untuk menulis bahwa yang tertulis itu adalah mazhab nya dan ia pun menulisnya…. Yang didalamnya:
القرآن كلام الله وصفة من صفات ذاته ليس شيء من كلامه مخلوقا ولا محدثا، فمن زعم أن شيئا منه مخلوق أو محدث أو زعم أن الكلام من صفة الفعل، فهو جهمي ضالّ مبتدع، وأقول إن الله لم يزل متكلما والكلام له صفة ذات، ومن زعم أن الله لم يتكلم إلا مرة ولا يتكلم إلا ما تكلم به ثم انقضى كلامه كفر بالله، وأنه تعالى ينزل إلى سماء الدنيا، ومن زعم أن علمه أو أمره ينزل ضلّ، ويكلم عباده بلا كيف، الرحمن على العز استوى بلا كيف، لا كما قالت الجهمية إنه استولى، وإن الله يخاطب عباده عودا وبدءا ثم ساق المعتقد

“Al-Qur an adalah kalâm Allah dan Sifat dari Sifat-Sifat Zat-Nya, tidak ada satupun dari kalâm-Nya yang merupakan makhluk dan muhdats (sesuatu yang baru bukan qadîm). Barangsiapa yang bahwa menganggap bahwa kalâm Allah adalah makhluk atau muhdats atau menganggap bahwa itu merupakan Sifat Fi’il (hanya berbicara sekali kemudian tidak berbicara) maka ia akan adalah Jahmiy yang sesat dan ahli bid’ah. Dan aku berkata bahwa Allah senantiasa (bisa) berbicara dan Kalâm adalah Sifat Zat baginya, barangsiapa yang menganggap bahwa Dia hanya berfirman /berbicara sekali kemudian tidak berfirman/berbicara kecuali firman-Nya yang terdahulu kemudian selesai (tidak berfirman lagi) maka sungguh ia telah kafir kepada Allah. Dan Dia Maha Tinggi, turun ke langit dunia (sebagaimana dalam hadits shahih), dan barangsiapa yang menganggap bahwa ilmu-Nya yang turun atau perintah-Nya maka ia telah sesat. Dan Dia berbicara kepada hamba-hamba-Nya tanpa (diketahui) kaifiyat nya. Dan Dia istiwa di atas ‘Arsy nya tanpa (diketahui) kaifiyat nya, tidak sebagaimana yang dikatakan Jahmiyyah bahwa Dia “istawlâ” (menguasai) dan Allah berbicara kepada hamba-Nya baik mengulang (telah berbicara sebelumnya) atau memulai (awal berbicara)”, kemudian dia membawakan aqidah lainnya.

Diringkas dari : Tadzkiratul-Huffazh karangan Imam Adz-Dzahabiy : juz 2/ hal 207-213