12
tgl
Publikasi : September 2013 H
Oleh : administrator

Kontroversi Bid’ah Hasanah dalam kacamata Ahlus sunnah

Kontroversi Bi'ah Hasanah dalam kacamata Ahlus sunnah

Kontroversi Bi’ah Hasanah dalam kacamata Ahlus sunnah

Sebagian ahlu bid’ah menjadikan kalimat ”bid’ah hasanah” sebagai hujjah untuk di jadikan PEMBENAR manhaj mereka. Mereka mengatakan bahwa di dalam dien islam,di bolehkan seseorang untuk mengerjakan suatu ibadah yang baru,walaupun Rosululloh tidak pernah mencontoh kan dan para sahabat pun tidak pernah melakukannya.

Bagi mereka, istilah bidah hasanah ini dibolehkan pada dzat ibadah itu sendiri.yakni di bolehkan bagi umat muhammad untuk MENAMBAH suatu ibadah yang BARU walaupun belum pernah rosul contoh kan dan para sahabat lakukan, nas’alullohal ‘afiyah was salamah.Disamping itu mereka juga berhujjah dengan perkataan imam syafi’i akan kebathilan manhaj mereka.
Padahal sebagaimana yang kita tau Imam Syafi’i adalah seorang imam besar ahlu sunnah dan juga beliau adalah seorang imam madzhab,yang dimana manhaj beliau adalah manhaj al quran dan al hadis dengan pemahaman para sahabat.Beliau imam syafii adalah serang imam yang MEMERANGI kebid’ahan serta mengangkat tinggi bendera AS SUNNAH,sangatlah jauh kemungkinan bahkan tidak mungkin kalau imam syafi’i membolehkan seseorang untuk MENAMBAH suatu ibadah yang rosul sendiri belum pernah ajarkan kepada umatnya.Semua kesesatan manhaj mereka ini di sebabkan oleh kebodohan mereka akan al quran dan al hadis.

Juga dikarenakan sifat taqlid buta terhadap para syekh dan ustad mereka yang pada hakikat nya telah menipu umat islam demi kenikmatan dunia.Sekarang mari kita lihat bersama perkataan imam syafi’i yang mereka maksudkan,apakah benar perkataan imam syafi’i tersebut menjadi pendukung serta pembenar manhaj sesat mereka ?قال حرملة بن يحيى سمعت الإمام الشافعي – رحمه الله – يقول : ( البدعة بدعتان : بدعة محمود وبدعة مذمومة ، فما وافق السنة فهو محمود ، وما خالف السنة فهو مذموم”Berkata harmalah bin yahya: aku telah mendengar imam syafii rohimahulloh berkata : bid’ah itu ada 2 macam,bid’ah mahmudah(terpuji) dan bid’ah madzmumah(tercela). Maka segala amal apapun yang SESUAI dengan sunnah dinamakan bid’ah mahmudah, dan amal apapun yang MENYELISIHI sunnah di namakan bid’ah madzmumah.لْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ ممَّا يُخَالـِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثرًا أَوْ إِجْمَاعًا ، فهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلـَةُ، وَالثَّانِيَةُ : مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هذا ، وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ (رواه الحافظ البيهقيّ في كتاب ” مناقب الشافعيّ(

Hal-hal yang baru itu ada dua macam,yang pertama adalah segala sesuatu yang MENYELISIHI quran,sunnah,atsar,dan ijma’ maka ini di sebut sebagai bid’ah dholalah. Dan yang kedua adalah segala sesuatu yang baru dari kebaikan yang di mana sesuatu ini tidak menyelisihi satu pun dari quran sunnah atsar dan ijma’.

Maka kami katakan, bahwa sesungguhnya hujjah mereka dengan perkataan imam syafii tersebut adalah batil dan salah.Ini dikarenakan telah jelas imam syafii mensyaratkan di bid’ah mahmudah (menurut mushtholah beliau) dengan MAA WAAFAQOS SUNNAH (sesuatu yang sesuai dengan sunnah serta tidak menyelisihinya).Sedangkan mereka telah MENAMBAHKAN suatu ibadah baru di dalam dien yang dimana MENYELISIHI SUNNAH Rosul.

Lalu apakah bid’ah bid’ah sesat mereka seperti maulid nabi,tahlilan,meminta kepada mayyit dan yg lain-lain masuk kedalam bid’ah hasanah apa bid’ah dholalah?ini adalah jelas merupakan bid’ah dholalah karena mereka telah MENAMBAHKAN ibadah baru di dlam dien.karena semua PENAMBAHAN ibadah di dalam islam adalah sesat sebagaimana yang rosululloh sebut kan di dalam hadis nya:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد. متفق عليه
barangsiapa yang melakukan sebuah amalan yang TIDAK KAMI PERINTAHKAN maka amalannya tertolak.muttafaq ‘alaihi

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
barang siapa yang melakukan amalan ibadah baru yang tidak ada perintah nya di agama ini maka ibadah nya tertolak.

Yang selayak nya kita lakukan adalah membaca hadis rosul terlebih dahulu,baru setelah itu membaca perkataan imam syafi’i,bukan dengan yang sebaliknya.karena dengan membaca hadis rosul akan tertancap di iman kita prinsip-prinsip serta manhaj rosululloh.

Sedangkan maksud imam syafi’i dengan bid’ah mahmudah disini adalah seperti halnya dengan MASHOLIH MURSALAH. Yang tidak ada di dalam nya PENAMBAHAN dzat ibadah itu sendiri. Contoh nya adalah adzan dengan mikrofon, karpet di masjid dll. Didalam hal2 ini sama sekali tidak ada penambahan dzat ibadah,hanya saja terdapat sesuatu yang MEMBANTU dalam melaksanakan ibadah itu,tanpa hal2 ini semua maka sesungguhnya ibadah itu tidaklah terkurangi.

Inilah manhaj ahlu sunnah wal jama’ah,sebagaimana yang di sampaikan oleh guru imam syafi’i sendiri yaitu IMAM Malik rohimahumalloh :

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة زعم أن محمداً صلى الله عليه وسلم خان الرسالة ، لأن الله يقول : ” اليوم أكملت لكم دينكم ” فما لم يكن يومئذ ديناً ، فلا يكون اليوم ديناً .

“Barangsiapa yang melakukan suatu bid’ah di dalam islam kemudian dia memandang bid’ah itu sebagai sesuatu yang HASANAH(baik) maka seakan akan dia telah berkata bahwa nabi muhammad MENGKHIANATI risalah nabawiyah. Ini dikarenakan Alloh berfirman: Hari ini telah Aku lengkapi untuk kalian dien kalian. maka segala apapun yang bukan dari ajaran agama islam pada hari itu -zaman rosul dan sahabat- maka hal tersebut juga bukan dari ajaran dien pada hari ini .

:::: WALLOHU A’LAM BISH SHOWAB ::::

Abu Abdillah al indunisi,kasala sudan
rabu , 6 dzul qo’dah 1434